Halo semuaa ~~ Bagaimana hari Minggunya?
Kalo aku, jujur weekend ini membosankan ! Gak kemana-mana dari kemarin. Padahal hari cerah~
Abisan gak ada yang ngajak bolang keluar sih... kasian banget yak! Hhaha
Eh,
cuma tadi malam sempat keluar deng. Gak jauh sih, cuma jalan-jalan
malam aja bareng tetangga asrama, Hanya dari Polandia, dan Pair dari
Thailand. Mereka ngajakin jalan ke Daiso dekat St.Onji, satu stasiun dr
St.Takayasu yang terdekat dari asrama kami. Lumayan malam minggu bareng
mereka, cari angin di luar daripada suntuk. Share pengalaman semalam yaa... ^_^
Udara
malam dingin banget, 16 derajat celcius. Bagiku dan Pair, suhu begini
udah cukup ekstrim. Maklum kita orang Asia Tenggara biasa hidup di
tempat yang hangat sepanjang tahun. Makanya sepanjang jalan kaki menuju
St.Onji sering banget kata-kata "samuuuiiii... samuuuiiiii..." terlontar
dari kami berdua. Sementara Hanya, bule Eropa ini cuma bilang "choudo
ii yo" alias sejuknya pas bagi dia. Etdah, kita mah menggigil ! Udara
begini tuh berasa lagi di Puncak di atas jam 10 malam kalo di Indonesia.
Bisa bayangin kan ya gimana dinginnya? Padahal ini baru akhir Oktober,
dimana daun-daun sedang berubah warna menjadi kuning kemerahan, alias
belum lama masuk musim gugur. Tapi suhu dirasa makin turun dan turun
dari hari ke hari. Apa perasaan aku aja ya? Yah pokoknya dingin wae lah !
Nggak kebayang ntar musim dingin tuh gimana! >_< Brrrrrrr~
Sampai
Daiso dekat St.Onji jam setengah 9 kurang, dan... JengJeng! sudah
tutup. Astaga~ berasa Deja Vu nih, dua bulan lalu, suatu malam di akhir
Agustus, beberapa hari sebelum pulang ke Indonesia dari Tokyo aku juga
pernah jalan sendirian malam-malam ke Daiso di Takeshita Street,
Harajuku dan ternyata pas sampai tokonya udah tutup juga. Waktu itu sih
jam setengah 10 kurang. Tapi ini baru lewat jam 8? Oh, yappa inaka
dakara saa~ mungkin karena masih kampung kali yaa.. Emang daerah Onji
tuh rasanya agak beda gimana gitu. Gak banyak orang, sepi. Gak berani
deh kalo jalan sendiri~ Semalam itu pertama kalinya aku ke sana, dan
berasa kayak bukan di Jepang gitu. Bahkan di salah satu perempatan lampu
merah, aku ngerasa suasananya kayak mirip kawasan Bekasi. hahahaha
Natsukashii~
Gagal
ke Daiso, mampirlah kita ke supermarket di depan St.Onji. Niat pulang
naik kereta, biarpun cuma satu stasiun. Capek juga soalnya jalan kaki,
lumayan jauh... Ada kali setengah jam mah. Dengan bekal Teikiken (tiket
kereta bulanan) yang biasa kita pakai PP kampus, kita gak usah bayar
naik kereta. ^_^
Belum
cukup jajan di supermarket, begitu masuk stasiun, kita bertiga beli ice
cream di Jidouhanbaiki (Vending Machine). Hahaha gelo emang. Udah
dingin begitu malah ngemil Ice Cream.
Kita
bertiga makan Ice Cream sambil nunggu kereta di sebuah bangku panjang
di peron stasiun. Sebenarnya tadinya aku ngajakin Hanya dan Pair untuk
menunggu di Machiaishitsu (Ruang Tunggu) stasiun, kan lebih hangat
tuh... lagipula stasiun sepi, di ruang tunggu juga cuma ada sepasang
kekasih yang lagi nunggu kereta juga. Tapi Pair dan Hanya kayaknya lebih
suka nunggu di peron. Yasudah aku ikut mereka. Ice Cream sudah habis
kereta belum juga datang. Aku beranjak dari tempat duduk di peron dan
berjalan menuju tempat sampah di depan ruang tunggu untuk membuang wadah
Ice Cream. dan Astaghfirullah ! ternyata sepasang kekasih tadi lagi
asyik berciuman dalam ruang tunggu ! Oh ya ampun, kayaknya mereka udah
lama tuh begitu, sampai-sampai nggak sadar kalo ada aku di depan ruang
tunggu yang berdinding kaca itu sedang melihat mereka. Ish...
mentang-mentang hawa dingin, dan stasiun sepi... Aku langsung buru-buru
kembali ke bangku kami. Aku bilang pada Hanya kalo di ruang tunggu orang
pacaran tadi sedang berciuman, Hanya santai saja menanggapinya.
"Di Polandia, bahkan di dalam kereta pun bisa dilihat pasangan yang berciuman." kata Hanya.
Ya ampun, Eropa sih ya... ckckck -_____-"
Gak
lama kereta datang. Kami bertiga pun beranjak dari bangku. Aku sempat
menoleh lagi ke arah ruang tunggu itu, dan mereka masih juga berciuman.
Baru setelah kereta benar-benar berhenti di depan kami, mereka berhenti,
tapi gak langsung keluar juga untuk naik ke kereta. Idih. Kami bertiga
dan beberapa orang lain yang tadi menunggu di peron masuk ke dalam
kereta. Stasiun Onji makin sepi. Gak tahu deh mereka ngapain lagi
setelah itu. Hadeh!
Ini kan Jepang, negara berbudaya ketimuran juga. Apa yang kayak begitu
udah biasa juga di sini? Hff.. pergaulan bebas di Barat kayaknya udah
mempengaruhi banyak pemuda Jepang ya... Selintas jadi teringat juga akan
video mesum anak SMP di Indonesia
yang kemarin di unggah salah satu teman di beranda Facebook. Aduh,
parah banget deh pokoknya! Jadi di negaraku sendiri, biarpun hampir gak
pernah ditemukan pasangan yang melakukan hal-hal begitu di depan umum,
tapi dibaliknya, bisa jadi malah lebih parah!
Ya
Allah, pergaulan zaman sekarang... Mau di
barat, timur, dimana-mana udah benar-benar gila ! Kemana fungsi
pendidikan moral dan agama mereka? Ngeri dan sedih sendiri dengan
kenyataan itu.
Kita
diajarkan untuk selalu mengambil pelajaran yang baik dan hikmah dari
setiap hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Apapun itu. Gak
nyangka juga jalan-jalan singkat semalam membuatku lebih sadar akan
realita pergaulan negatif yang ada di sekelilingku. Kalau gak terus
mencari lingkungan pergaulan yang baik-baik, berusaha terus belajar dan
berpegang pada nilai-nilai agama, moral, bisa bahaya...
Ya Allah, lindungi hamba dari pergaulan buruk dan perbuatan dosa semacam itu... Aamiiiin...
Minggu, 26 Oktober 2013 - 05.30 PM .
aL - Sore di Kamar Asrama .