“Beri aku satu pemuda, maka akan
kuguncangkan dunia!”
Wih~ siapa yang gak pernah dengar kata-kata
dahsyat dari Founding Father bangsa kita Bung Karno itu? Dari kata-kata itu
tergambar sekali urgensi peranan pemuda dalam sebuah bangsa.
Nah, sejurus dengan tema itu, saat
iseng-iseng jelajah Youtube suatu pagi, aku menemukan rekaman video ceramah
dari Ust.Bachtiar Nasir di UNJ kampusku, dalam sebuah acara yang
diselenggarakan anak-anak Fak.Ekonomi 3 Oktober 2013 lalu.
Sebenarnya saat itu, Imas salah satu
temanku anak Akuntansi mengajakku untuk hadir langsung, aku pun semangat sekali
waktu itu, bayangkan! Seorang Ustad yang terkenal ceramahnya selalu “mengena”,
dan cara penyampaiannya yang juga banyak menggugah semangat itu hadir di Masjid
Nurul Irfaan kami. Sayangnya, waktunya gak pas, karena tanggal 1 Oktober aku
sudah harus terbang ke Osaka. Tapi alhamdulillaah, meskipun gak live
nonton langsung… Allah SWT masih mengizinkanku untuk mendengarkan ceramah
beliau.
Berikut aku coba ringkas isi Kajian dari
Ust.Bactiar Nasir, dengan tema Pemuda Islam Dulu, Kini dan Nanti.
21-35 tahun adalah fase produktif dalam
kehidupan manusia. Maka seorang pemuda, pada masa itu harus tahu jelas apa yang
dia mau, lalu fokus untuk kejar tujuan itu dengan kerja keras. Masuk ke usia 40
adalah usia kematangan dan fase bersyukur. Jadi sebelum usia 40 pemuda harus
kerja keras, mencapai semua target dan cita-citanya, sehingga masuk di usia 40
tahun ke atas, sudah tinggal menjalani apa yang diraih sebelumnya dan sudah
bisa “mensyukuri” hasil kerja keras di masa mudanya.
Pemuda muslim yang tangguh dan sangat patut
untuk dijadikan tauladan, yang kisahnya diabadikan dalam Al Qur’an adalah
Rasulullah SAW, Nabi Ibrahim AS, dan para pemuda Ashabul Kahfi.
Kriteria pemuda yang ideal dan baik menurut
Islam itu tersurat juga dalam surat Al Kahfi, yaitu :
1.
Beriman kepada Allah SWT
2.
Allah SWT selalu menambahkan
hidayah dalam dada mereka
3.
Mereka bertumbuh dalam ibadah
kepada Allah SWT
Ust.Bachtiar Nasir menekankan bahwa pemuda
muslim haruslah punya visi misi hidup seperti berikut ini.
Visi : Menegakkan kalimat Laa illaaha ilallaah
..
Misi : Sesuai dengan QS.Al Asr 1-3
1.
Menjadi orang benar
2.
Melakukan yang benar
3.
Mengajak kepada yang benar
4.
Bersabar dalam kebenaran
Selain itu pemuda harus berani melakukan
perubahan, melakukan amar makruf nahi munkar (jangan permisif !), ada kemajuan
dalam hidupnya (ingat, indikator maju dalam islam adalah semakin dekatnya seorang
hamba pada Rabb-nya), serta memiliki mental jihad fii-sabilillaah dan akhiraat
oriented dalam setiap gerak dan langkahnya. Pemuda juga harus punya mindset
menembus kemustahilan, belajar dari kisah Muhammad Al Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel di usianya yang baru 21 tahun.
Pemuda-pemuda yang demikianlah yang
dibutuhkan bangsa untuk menjadi pemimpin. Bicara tentang pemimpin, Ust.Bachtiar
Nasir menyatakan juga bahwa hakikat tugas seorang pemimpin itu ada dalam tiga
hal, yaitu :
1.
Menegakkan Agama Allah,
2.
Mengamankan masyarakatnya dari
rasa takut, serta
3.
Mengenyangkan masyarakatnya
dari rasa lapar.
Berikut link untuk yang ingin menyimak
langsung ceramah beliau, semoga bisa sama-sama diambil hikmahnya :) Insha Allaah berkah dan bermanfaat :)
https://www.youtube.com/watch?v=Mrf4YdvjOjk
https://www.youtube.com/watch?v=6bSXDSTx-oM
https://www.youtube.com/watch?v=Mrf4YdvjOjk
https://www.youtube.com/watch?v=6bSXDSTx-oM
NB : waktu lagi nulis tulisan ini, pas banget nemu gambar ini dari akun FB Dakwah Kreatif,
Masha Allaah ... makjleb banget ! *mau nangis rasanya* :')
hiks
. Semangaat, aL !!! Inshaa Allaah Desember 2014 sudah ikut dan lulus
sidang Skripsi, lalu menjelang 24 tahun sudah mendapat gelar S.Pd dari
Universitas Negeri Jakarta. Inshaa Allaah... :')
21 Februari 2014 . 11.55 PM JST
aL - Kamar Asrama, Osaka .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar