Malam menggelayut makin larut. Mataku belum
mau terpejam. Menggigil~ beringsut di bawah selimut . Sudah masuk sepertiga
akhir bulan Februari, tapi musim dingin belum juga beranjak pergi ..
Iseng . Ku ambil pensil dan secarik kertas
. Sudah lama rasanya tak bersajak .. Kapan terakhir kali berpuisi? Ah lupa . malam
ini muncul lagi keinginan menulisi isi hati .
H-13 ... Bait-bait kata tentang orang
pertama tercipta …
Balada Sang Penanti .
Hari berganti, si penanti memupuk asa
Menatap ruang kosong menganga
Ada yang hampa di hatinya
Entah ditinggal siapa?
Tergugu . termangu , menunggu kabar
Atau hanya “hai”, sapa yang ala kadar
Tiap malam terus perpanjang sabar
Oh tahukah dia jika diluar
Yang dinanti sama sekali tidak sadar ?
Yah, begitulah rasa jika sudah menggila
Semuanya jadi istimewa
Yang biasa baginya sungguh berarti
Basa basi dikiranya janji-janji
Sedikit perhatian dibilangnya ada hati
Tapi…
Hari, pekan, bahkan bulan terus berlari
Yang dinanti tak jua muncul lagi
Menghilang saja dia, tanpa permisi
Dan si penanti pun jelas frustasi
Nuraninya terobsesi, cari pembenaran
sana-sini
Sibuk menyalahi yang dinanti
Sibuk mengasihani diri sendiri
Ah, tapi juga tak lupa sibuk menjaga gengsi
Menyapa lebih dulu? dia anti
Dadanya sempit, setiap hal terasa rumit
Namun anehnya, semua urusan seolah saling
terkait
Lantas mengarah pada satu nama
Yang dinantinya sejak lama
Duhai, kenapa tiba-tipa pergi, tak kembali?!
Si penanti gigit jari, berteriak sepi
Katanya, yang dinanti tak punya hati !
Rindunya pun mengendap, jadi benci
Inilah balada sang penanti
Terjebak perasaan, dan tak mengerti
Bahwa sebenarnya bisa jadi justru selama
ini
Dia sendiri yang sudah salah arti .
20 Februari 2014
01.15 AM JST
aL, Kamar Asrama - Osaka .
Nyiiiiiiinggg... Hahahaha baguuusss. Dulu udah baca tapi belum komentar jd komentar lah sekarang. Anyway itu yg Caper 1 gantung endingnya lah, bikin penasaran kenapa itu teman asing tiba - tiba jd berubah gitu #KEMAL #KepoMaksimal. Hahahahaha
BalasHapus