Musim semi ini OKU kedatangan banyak mahasiswa asing baru. Salah
satunya adalah A.chan, cewek super cute dari H. Salah satu negara di Asia bekas jajahan Inggris.
Saat pesta penyambutan mahasiswa baru, kita gak sempat berkenalan langsung. Tapi setelah beberapa kali masuk kelas bareng, selesai kuliah aku menghampirinya, mengajak kenalan. A.chan lebih nyaman berbahasa inggris daripada bahasa jepang.
"Kamu dari mana?" tanyanya.
"Indonesia"
"Oh, aku tahu beberapa kata bahasa Indonesia !" responnya antusias.
"Wah, apa??" aku penasaran.
"Minye~" jawabnya sambil nyengir.
"Hah?" coba ulang??" aku ikut nyengir, mendengar suara imutnya menyebut satu kata yang asing di telingaku.
"Minyet? hahaha" Dia mengulang, menambahkan gerakan garuk-garuk kepala, dan menyebutkan bahasa inggris dari nama binatang yang dimaksud.
Aku tertawa. Oh, itu rupanya? Aku pun meluruskan pengucapannya. Penasaran. Dari mana dia tahu kata itu? Mungkinkah A.chan pernah ke Indonesia?
"Waktu aku kecil, aku pernah diasuh oleh orang dari Indonesia. Aku diajari kata itu. Dia bahkan sering memanggilku begitu. Hahaha" A.chan mengakhiri jawabannya dengan tawa lebar. Jawaban yang cukup mengagetkanku. Tapi demi melihat tawa manisnya, aku juga jadi ikut tertawa.
Astaga, sering dipanggil monyet?
Di hari berikutnya, saat ku sapa, A.chan kembali bercerita.
"Aku ingat lagi kata bahasa Indonesia. Tapi mungkin kurang baik ya?"
"Apa? Apa??" Mataku membulat. Apa lagi kali ini?
"Simpa! Simpa!! Sejenis pakaian dalam kan?! Dan, babi. Hehehehe" katanya, kali ini sambil melebarkan lubang hidung ke atas dengan jari telunjuknya.
Aku tertawa melihat ekspresinya yang lucu. Tapi jujur, dalam hati miris.
Ada apa?? Anak kecil akan mudah ingat, apalagi kalau sering diulang-ulang. Tapi kenapa anak semanis A.chan ini justru diajarkan kata-kata bahasa Indonesianya yang begitu? Hffff...
Sudahlah. Daripada jadi suudzon dengan mantan "Mbak"nya itu, besok-besok, kalau A.chan menyebut kata bahasa Indonesia yang 'ajaib' lagi, aku akan bilang,
"A.chan, kita belajar bahasa Indonesia lagi yuk~!"
25 April 2014 , 11.00 PM JST
aL - Kamar Asrama, Osaka .
Saat pesta penyambutan mahasiswa baru, kita gak sempat berkenalan langsung. Tapi setelah beberapa kali masuk kelas bareng, selesai kuliah aku menghampirinya, mengajak kenalan. A.chan lebih nyaman berbahasa inggris daripada bahasa jepang.
"Kamu dari mana?" tanyanya.
"Indonesia"
"Oh, aku tahu beberapa kata bahasa Indonesia !" responnya antusias.
"Wah, apa??" aku penasaran.
"Minye~" jawabnya sambil nyengir.
"Hah?" coba ulang??" aku ikut nyengir, mendengar suara imutnya menyebut satu kata yang asing di telingaku.
"Minyet? hahaha" Dia mengulang, menambahkan gerakan garuk-garuk kepala, dan menyebutkan bahasa inggris dari nama binatang yang dimaksud.
Aku tertawa. Oh, itu rupanya? Aku pun meluruskan pengucapannya. Penasaran. Dari mana dia tahu kata itu? Mungkinkah A.chan pernah ke Indonesia?
"Waktu aku kecil, aku pernah diasuh oleh orang dari Indonesia. Aku diajari kata itu. Dia bahkan sering memanggilku begitu. Hahaha" A.chan mengakhiri jawabannya dengan tawa lebar. Jawaban yang cukup mengagetkanku. Tapi demi melihat tawa manisnya, aku juga jadi ikut tertawa.
Astaga, sering dipanggil monyet?
Di hari berikutnya, saat ku sapa, A.chan kembali bercerita.
"Aku ingat lagi kata bahasa Indonesia. Tapi mungkin kurang baik ya?"
"Apa? Apa??" Mataku membulat. Apa lagi kali ini?
"Simpa! Simpa!! Sejenis pakaian dalam kan?! Dan, babi. Hehehehe" katanya, kali ini sambil melebarkan lubang hidung ke atas dengan jari telunjuknya.
Aku tertawa melihat ekspresinya yang lucu. Tapi jujur, dalam hati miris.
Ada apa?? Anak kecil akan mudah ingat, apalagi kalau sering diulang-ulang. Tapi kenapa anak semanis A.chan ini justru diajarkan kata-kata bahasa Indonesianya yang begitu? Hffff...
Sudahlah. Daripada jadi suudzon dengan mantan "Mbak"nya itu, besok-besok, kalau A.chan menyebut kata bahasa Indonesia yang 'ajaib' lagi, aku akan bilang,
"A.chan, kita belajar bahasa Indonesia lagi yuk~!"
25 April 2014 , 11.00 PM JST
aL - Kamar Asrama, Osaka .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar