Selasa, 10 Januari 2017

2. TerPerih : Aduh, Kulitku!



            Masih soal makhluk tropis yang harus bertahan hidup di musim dingin. Untuk kita yang terbiasa dengan suhu hangat atau bahkan cenderung panas di Jakarta, suhu musim dingin di Jepang meski tidak sedang turun salju itu amat menyiksa. Bahkan mungkin bagiku saat itu suhu di lemari pendingin lebih hangat dari udara di luar. Harus banyak makan karena perut gampang lapar, harus pakai baju sampai enam lapis (Ini lebay, tapi beneran! Sampe "membulat" saking tebalnya itu baju >_<), harus diomelin teman satu asrama karena uang iuran listrik membengkak tiga kali lipat harga sewa kamar, adalah duka lara (duileh) yang dirasa selama musim dingin. Tapi diantara semua itu, yang paling bikin merana adalah kondisi tubuh yang tak bisa bohong, tak kuat menahan dingin yang menusuk. Kulit tangan dan kakiku penuh luka seperti sayatan silet, kering dan pecah-pecah terpapar hawa dingin.
Foto sebelum terlalu parah sehingga tak lulus sensor *ehh
            Body lotion yang kubawa dari Jakarta sama sekali tak menolong. (Yakali body lotion untuk daerah tropis, mana cocok dipake buat winter sih yah -__-''). Alhasil kulitku tetap kering pecah-pecah seperti tanah tandus di musim kemarau. Gejala itu disebut Akagire. Perih sekali. Aku harus meringis menahan sakit tiap kali menggerakkan tangan. Seharusnya kalau kulit tangan sedang akagire, dianjurkan untuk menghindari berinteraksi terlalu sering dengan air. Tapi apa boleh buat, aku harus setrong menahan perih apalagi saat kulit terkena air ketika wudhu atau mandi. Akhirnya setelah makin parah, teman menyaraniku pergi ke dokter kulit. Galau karena takut pergi ke dermatologis, aku akhirnya curhat pada tetangga. Ibu ramah itu menyarankanku pergi ke Kirindo, supermarket sebrang asrama yang juga menjual obat-obatan. Ternyata pada hari-hari tertentu di supermarket itu ada seorang kakek tua ahli farmasi yang berjaga di konter obat-obatan. Aku disarankan untuk bertanya pada sang Kakek soal masalah di kulitku.
            Ternyata solusinya mudah sekali! Sasuga, Jepang! Aku tak perlu pergi ke dokter kulit dan membayar mahal. Cukup konsultasi gratis, sang Kakek melihat kondisi akagire di kulit tanganku, mencarikan lotion sekaligus obat yang tepat, dan beberapa minggu setelahnya, kulit tropisku akhirnya sembuh. Alhamdulillaah~ Terimakasih Ibu tetangga dan Kakek farmasi di Kirindo !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar