Jumat, 15 November 2013

Hamdallah~~ Doa Setelah Bersin .



Aku panik! 15 menit lagi kelas dimulai sedangkan aku belum selesai mengerjakan PR yang diberikan sejak minggu lalu. Sebenarnya bukan lupa, aku sadar 100% bahwa ada tugas, tapi karena ide untuk mengerjakan tugas itu nggak keluar-keluar juga makanya aku nekat datang ke kelas dengan tangan hampa. Tapi begitu aku tanya teman-teman, dan ternyata mereka sudah mengerjakan semua, aku kalang kabut sendiri jadinya.

Ngebut segera aku mulai menulisi lembar tugasku, The Power of Kepepet. Meski mandet-mandet, tulis sajalah ide semampunya. Maria, salah seorang kawan dari Bulgaria datang dan mengambil posisi duduk di bangku kosong di depanku. “Maria, PR udah selesai?” tanyaku padanya.”Udah dong” jawabannya membuatku semakin panik, ‘Duh, nggak ada apa nih yang belum bikin PR juga?’ Batinku sambil terus lanjut menulisi kertas di depanku.

Sedang seriusnya memeras ide-ide, tiba-tiba Maria yang dari tadi serius dengan HPnya menoleh dan bertanya padaku. “Tuti-chan, di Indonesia, kalo habis bersin orang mengucapkan sesuatu?”

“Eeh? Apa?” responku, balik bertanya. Maria nanya apa? Nggak ngeh dan belum nyambung.

“Itu tadi kamu bersin, dan aku kayak denger kamu mengucap sesuatu… di Indonesia ada kebiasaan begitu ya? Kalo habis bersin orang biasa mengucapkan sesuatu?” lanjutnya. Ah, rupanya tadi aku bersin ya? Sampai nggak sadar saking seriusnya bikin PR. Aku pun langsung ngeh, Maria mungkin tadi dengar aku mengucap Hamdallah setelah bersin.

“Oh… hehehe iya, ada… bukan kebiasaan dari Indonesia sih, sebenarnya ini kebiasaannya umat Islam” jawabku.

“Waah, sama...! Di Bulgaria juga ada, jadi kalau ada orang bersin, kita mengucap sesuatu seperti doa gitu untuk dia, ah… aku jadi kangen! Selama disini gak ada budaya begitu ya! Dengar Tuti tadi mengucap sesuatu setelah bersin aku jadi ingat lagi…!” sahutnya semangat.

“Iya? Waah... sama yaa… dalam Islam juga begitu, kalo ada orang bersin, kita berdoa untuk dia..!” Sahutku, juga jadi ikut semangat. Tiap ada kesempatan ngomongin soal Islam sama teman-teman yang nonmuslim, entah kenapa jadi senang gitu.

“Hahaha kangen deh! Tadi kamu mengucap apa? Coba ajarin… nanti kalo kamu bersin lagi aku bilang itu juga buat kamu!” tanya Maria lagi, dengan senyum di wajahnya yang selalu sumringah. Hee? Aku cukup kaget juga dia sampai minta diajarin begitu. Tapi aku juga dengan senang hati menyebutkan Hamdallah untuknya.

“Yang tadi aku sebut itu, ‘alhamdulillaah’… ”

“Eh, apa? Coba ulang, bentar ya, aku rekam biar gak lupa!” katanya menyodorkan HP yang sudah standby rekam suara.

“Ada dua Maria, kalau kita bersin, kita sendiri bilang ‘alhamdulillaah’ sementara yang dengar bilang ‘yarhamukillaah’..”

“alham.. alhamdulilla” ucapnya terbata, mengikuti Hamdallah-ku dengan suara imutnya.

Masha Allaah… ada getar halus di hatiku mendengar kawanku yang belum mengenal islam ini mengucap Hamdallah. Ya Rabb, andai dia tahu arti kalimat indah itu… Segala puji hanya bagi-Mu, Allah…

“Alhamdulillaah…” ulangku, diikutinya lagi.

“Alhamdu, alhamdulillaa.., agak susah ya, hhehe” katanya, sambil terus mencoba.

“Alhamdulillaah..” ulangku

“Alhamdulillaah,,” ucapnya lagi. Kali ini sudah lebih sempurna. Senang sekali aku mendengarnya!

“Terus tadi satu lagi, apa?”

“Yarhamukillaah…”

“Yarhamu, killa.. Yarhamukillaah.. betul pengucapannya? hehee” senyumnya makin lebar.

“Oke! Bagus!” aku mengacungkan dua jempol untuknya, senang sekali! Ya Allah, temanku satu ini bikin gemas deh. >_<

“Kalau di Bulgaria bagaimana menyebutnya?”

“Nazdrave, artinya semoga kamu sehat selalu”

“Nazdrave . Nazdrave.. betul?” ulangku.

“Hahaha betul… kawaaiii” katanya. Setelah itu dia kembali sibuk dengan HPnya sambil mengulang-ngulang Hamdallah J

Ah, senangnya! Alhamdulillaah… Segala puji bagi Allah. Terimakasih Tuhan, telah membuat aku terbiasa mengucap doa setelah bersin. Ternyata dari hal-hal kecil dan tak disadari seperti itu saja, aku jadi bisa sedikit mengenalkan Islam kepada mereka. Ingin lebih banyak kesempatan seperti ini... Semoga dia nggak lupa yaa, aku menunggu dia mengucapkan itu kalau tanpa sengaja bersin lagi di depan dia. Hehehehe

Ngomong-ngomong, saking senengnya, aku sampai gak niat lagi melanjutkan PR itu di injured time. Hahaha Dan beruntungnya, tugas itu akhirnya dibahas berkelompok di kelas, jadi nggak perlu diserahkan ke dosen! Hhihihi~~

Alhamdu..lilllaah !!!~ :D


aL - Kamar Asrama . Osaka
15 November 2013 . 23.30 JST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar