Aku panik! 15 menit lagi kelas dimulai
sedangkan aku belum selesai mengerjakan PR yang diberikan sejak minggu lalu. Sebenarnya
bukan lupa, aku sadar 100% bahwa ada tugas, tapi karena ide untuk mengerjakan
tugas itu nggak keluar-keluar juga makanya aku nekat datang ke kelas dengan
tangan hampa. Tapi begitu aku tanya teman-teman, dan ternyata mereka sudah
mengerjakan semua, aku kalang kabut sendiri jadinya.
Ngebut segera aku mulai menulisi lembar
tugasku, The Power of Kepepet. Meski mandet-mandet, tulis sajalah ide
semampunya. Maria, salah seorang kawan dari Bulgaria datang dan mengambil
posisi duduk di bangku kosong di depanku. “Maria, PR udah selesai?” tanyaku
padanya.”Udah dong” jawabannya membuatku semakin panik, ‘Duh, nggak ada apa nih
yang belum bikin PR juga?’ Batinku sambil terus lanjut menulisi kertas di
depanku.
Sedang seriusnya memeras ide-ide, tiba-tiba
Maria yang dari tadi serius dengan HPnya menoleh dan bertanya padaku. “Tuti-chan,
di Indonesia, kalo habis bersin orang mengucapkan sesuatu?”
“Eeh? Apa?” responku, balik bertanya. Maria
nanya apa? Nggak ngeh dan belum nyambung.
“Itu tadi kamu bersin, dan aku kayak denger
kamu mengucap sesuatu… di Indonesia ada kebiasaan begitu ya? Kalo habis bersin
orang biasa mengucapkan sesuatu?” lanjutnya. Ah, rupanya tadi aku bersin ya? Sampai
nggak sadar saking seriusnya bikin PR. Aku pun langsung ngeh, Maria mungkin
tadi dengar aku mengucap Hamdallah setelah bersin.
“Oh… hehehe iya, ada… bukan kebiasaan dari Indonesia
sih, sebenarnya ini kebiasaannya umat Islam” jawabku.
“Waah, sama...! Di Bulgaria juga ada, jadi
kalau ada orang bersin, kita mengucap sesuatu seperti doa gitu untuk dia, ah…
aku jadi kangen! Selama disini gak ada budaya begitu ya! Dengar Tuti tadi
mengucap sesuatu setelah bersin aku jadi ingat lagi…!” sahutnya semangat.
“Iya? Waah... sama yaa… dalam Islam juga
begitu, kalo ada orang bersin, kita berdoa untuk dia..!” Sahutku, juga jadi
ikut semangat. Tiap ada kesempatan ngomongin soal Islam sama teman-teman yang
nonmuslim, entah kenapa jadi senang gitu.
“Hahaha kangen deh! Tadi kamu mengucap apa?
Coba ajarin… nanti kalo kamu bersin lagi aku bilang itu juga buat kamu!” tanya
Maria lagi, dengan senyum di wajahnya yang selalu sumringah. Hee? Aku cukup
kaget juga dia sampai minta diajarin begitu. Tapi aku juga dengan senang hati
menyebutkan Hamdallah untuknya.
“Yang tadi aku sebut itu, ‘alhamdulillaah’…
”
“Eh, apa? Coba ulang, bentar ya, aku rekam
biar gak lupa!” katanya menyodorkan HP yang sudah standby rekam suara.
“Ada dua Maria, kalau kita bersin, kita
sendiri bilang ‘alhamdulillaah’ sementara yang dengar bilang ‘yarhamukillaah’..”
“alham.. alhamdulilla” ucapnya terbata,
mengikuti Hamdallah-ku dengan suara imutnya.
Masha Allaah… ada getar halus di hatiku
mendengar kawanku yang belum mengenal islam ini mengucap Hamdallah. Ya Rabb,
andai dia tahu arti kalimat indah itu… Segala puji hanya bagi-Mu, Allah…
“Alhamdulillaah…” ulangku, diikutinya lagi.
“Alhamdu, alhamdulillaa.., agak susah ya,
hhehe” katanya, sambil terus mencoba.
“Alhamdulillaah..” ulangku
“Alhamdulillaah,,” ucapnya lagi. Kali ini
sudah lebih sempurna. Senang sekali aku mendengarnya!
“Terus tadi satu lagi, apa?”
“Yarhamukillaah…”
“Yarhamu, killa.. Yarhamukillaah.. betul
pengucapannya? hehee” senyumnya makin lebar.
“Oke! Bagus!” aku mengacungkan dua jempol
untuknya, senang sekali! Ya Allah, temanku satu ini bikin gemas deh. >_<
“Kalau di Bulgaria bagaimana menyebutnya?”
“Nazdrave, artinya semoga kamu sehat selalu”
“Nazdrave . Nazdrave.. betul?” ulangku.
“Hahaha betul… kawaaiii” katanya. Setelah itu
dia kembali sibuk dengan HPnya sambil mengulang-ngulang Hamdallah J
Ah, senangnya! Alhamdulillaah… Segala puji
bagi Allah. Terimakasih Tuhan, telah membuat aku terbiasa mengucap doa setelah
bersin. Ternyata dari hal-hal kecil dan tak disadari seperti itu saja, aku jadi
bisa sedikit mengenalkan Islam kepada mereka. Ingin lebih banyak kesempatan
seperti ini... Semoga dia nggak lupa yaa, aku menunggu dia mengucapkan itu
kalau tanpa sengaja bersin lagi di depan dia. Hehehehe
Ngomong-ngomong, saking senengnya, aku
sampai gak niat lagi melanjutkan PR itu di injured time. Hahaha Dan
beruntungnya, tugas itu akhirnya dibahas berkelompok di kelas, jadi nggak perlu
diserahkan ke dosen! Hhihihi~~
Alhamdu..lilllaah !!!~ :D
aL - Kamar Asrama . Osaka
15 November 2013 . 23.30 JST

Tidak ada komentar:
Posting Komentar