Minggu,
17 November 2013
Bukit
warna-warni dan gemericik air sungai menyambutku dan Yutha. Masha Allah… Indah
sekali pemandangan yang terhampar di depan mata kami. Arashiyama, sebuah nama
tempat di Kyoto yang terkenal sebagai destinasi wisata alam luar biasa indah,
terutama saat musim gugur dan musim semi, di mana bunga-bunga sakura
bermekaran.
Mungkin
minggu ini belum puncaknya semua dedaunan momiji memerah, namun warna kehijauan
yang masih tampak disana-sini makin membuat alam kian cantik, berwarna-warni.
Matahari cerah menghangatkan udara bersuhu 17 derajat celcius siang itu.


Mungkin
minggu ini belum puncaknya semua dedaunan momiji memerah, namun warna kehijauan
yang masih tampak disana-sini makin membuat alam kian cantik, berwarna-warni.
Matahari cerah menghangatkan udara bersuhu 17 derajat celcius siang itu.

“Ti,
bener nih tempatnya? Kok kita daritadi nggak liat satupun orang berjilbab?”
tanya Yutha, agaknya sedikit ragu dan khawatir tersasar di taman super luas
itu. Perasaan sama kurasakan juga, meskipun kita sudah berjalan sesuai dengan
navigasi googlemap di tanganku.
“Bener
kok Tha, di peta sih kita udah jalan ke arah yang bener…” aku ikut celingukan,
mencari sosok kepala berhijab diantara banyak orang yang ramai-ramai
mengunjungi Arashiyama untuk menikmati momiji.
KMII
Momiji Kansai 2013, acara gathering muslim-muslimah yang diselenggarakan KMII
(Keluarga Masyarakat Islam Indonesia se-Kansai) lah yang kami tuju. Di
bayanganku, setelah sampai Arashiyama Eki, kita akan banyak melihat wajah-wajah
Indonesia dan wanita-wanita berhijab, jadi kita bisa sama-sama menuju ke tempat
gathering. Tapi tadi di stasiun, tak satupun terlihat orang-orang yang
dimaksud. Akhirnya aku dan Yutha, teman satu program yang saat ini kuliah di
Kyoto Kyoiku University, nekat mencari tempatnya sendiri. Padahal kami sama-sama
buta arah dan nggak bisa baca peta ! Duh >_<
“Jangan-jangan
belum pada datang, Tha… tahu sendiri kan jam Indonesia !” aku nyeletuk, agak
sebal juga karena jam sudah mepet mendekati waktu dimulainya acara. Setelah
menelpon beberapa panitia, akhirnya kami memang tersasar. Karena gak ada
petunjuk pasti, dimana tempat berlangsungnya acara, kami jalan terlalu jauh ke
dalam, sampai masuk ke kawasan Bamboo Path yang juga terkenal di Arashiyama.
Acara
sudah dimulai begitu kami sampai, namun baru beberapa orang saja yang hadir.
Setelah game perkenalan dan sholat dzuhur berjamaah, baru mulai berdatangan
orang-orang Indonesia dari berbagai penjuru Kansai. Waah… ramai sekali! Takjub
melihat ternyata banyak sekali muslim-muslimah yang hadir, berasa seperti bukan
sedang berada di Jepang ! Heran… sebanyak ini, kenapa di Yao sama sekali gak
pernah kelihatan ya satu saja orang Indonesia selain aku? Hff~
Siang
itu, aku dan Yutha merasakan atmosfer yang lain dari biasanya. Maklum, kita
sama-sama terasing sebagai orang Indonesia satu-satunya di kampus kami
masing-masing. Ah, kangeen~~ akhirnya aku bisa sholat berjamaah lagi, setelah
hampir dua bulan tinggal di Jepang ini.
Setelah
makan siang, ada kajian yang disampaikan oleh Ust.Syahirul Alim, ketua KMII
Kansai yang membahas taddabur surah Al-Mukminuun ayat 1-11. Suasana syahdu,
mendapat siraman ruhani di bawah indah momiji dan semilir angin dingin yang menggugurkan merah-merah dedaunan membuat
aku benar-benar merasa bersyukur bisa Allah izinkan berada disana saat itu.
Terima kasih ya Rabb… Maka nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan, aL…?
Mataku berkaca-kaca.
Dengan menyebut
nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
1. Sungguh
beruntung orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang
yang khusyu' dalam shalatnya,
3. dan orang
yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.
4. dan orang
yang menunaikan zakat.
5. dan orang
yang memelihara kemaluannya.
6. Kecuali
terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka
sesungguhnya mereka tidak terceIa.
7. Tetapi barang
siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui
batas.
8. dan (sungguh
beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
9. serta orang
yang memelihara shalatnya.
10. Mereka
itulah orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang
akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Karena
aku bukan ahli tafsir, jadi mau men-share isi kajian rasanya agak khawatir. Takut
salah tulis. Jadi, biar sama-sama belajar, yuk dilihat tafsir surah Al-Mukminun ayat 1-11, mampir dulu ke link berikut.
Sempat dibahas siang itu,
bahwa hidup sebagai mukmin, kaum minoritas di Jepang memang sebuah tantangan. Ibadah-ibadah
yang biasa dengan mudah dilakukan di tanah air terasa begitu sulit dilakukan di
Jepang. Terutama sholat lima waktu. Kembali aku diingatkan bahwa sholat adalah
ibadah yang paling pertama akan dihisab di hari pengadilan nanti, jadi biar
bagaimanapun kondisinya, sebisa mungkin harus selalu menjaga sholat lima waktu.
Masalah saat harus sholat bahkan di tempat-tempat tak wajar seperti pinggir
jalan, stasiun, dsb juga sempat dikemukakan. Ah, aku jadi malu sendiri.. Jujur,
jangankan untuk khusyu’, bahkan saat ini mentalku masih belum kuat jika harus
beribadah sendirian di tempat-tempat umum begitu. Ya Robbana… ampuni hamba yang
masih begitu lemah iman ini :’(
“Malu dan takutlah kepada
Allah, bukan pada manusia ! Jepang, atau di manapun juga, adalah bumi kepunyaan
Allah, jadi setiap orang boleh bersujud menyembah-Nya, mengagungkan nama-Nya di
manapun ia berada. Bukan mata manusia yang memandangmu aneh yang harus kau risaukan,
tapi pandangan Allah yang memuliakanmu yang harus kau perjuangkan !”
Ya Allah… Semoga Engkau
selalu menguatkan hati hamba dengan kalimat ini …
Kajian yang menggugah. Semoga
Kau senantiasa menjaga kami istiqomah, ya Allah…
Hari itu, aku kembali diberikan hikmah dan pembelajaran. Terimakasih, Tuhan… selain membahas tafsir surah Al-mukminun, sempat dibahas pula tentang organisasi KMII, dan info ibadah Haji dari negeri Sakura, tidak perlu antri bertahun-tahun, daftar dan bisa langsung berangkat tahun itu juga. Ya Allah… salah satu miimpiku bisa berangkat Haji dari Jepang… Semoga kelak Engkau ridhoi aku, kedua orang tua dan kakakku, serta keluargaku nanti bisa bertamu ke rumah-Mu. Aamiin ya Robbal aalamiin…
Hari itu, aku kembali diberikan hikmah dan pembelajaran. Terimakasih, Tuhan… selain membahas tafsir surah Al-mukminun, sempat dibahas pula tentang organisasi KMII, dan info ibadah Haji dari negeri Sakura, tidak perlu antri bertahun-tahun, daftar dan bisa langsung berangkat tahun itu juga. Ya Allah… salah satu miimpiku bisa berangkat Haji dari Jepang… Semoga kelak Engkau ridhoi aku, kedua orang tua dan kakakku, serta keluargaku nanti bisa bertamu ke rumah-Mu. Aamiin ya Robbal aalamiin…
Acara siang itu
benar-benar menyenangkan. Selain dapat ilmu, aku dan Yutha juga dapat banyak
teman baru. Aku juga akhirnya bisa kopdar dengan kawan-kawan yang sudah lama
kenal tapi hanya kontak via FB, Alhamdulillaah.. Dan yang menarik, diantara muslim-muslimah
Indonesia, ada dua orang Jepang yang juga ikut bergabung. Satu laki-laki, suami
dari Mbak Ita yang sudah menjadi muallaf, dan Narumi-san, wanita asal Kyobashi,
Osaka yang sedang belajar Islam. Masha Allah, senang melihatnya membaca Al-Qur’an
terjemah bahasa Jepang, belajar wudhu dan ikut sholat berjamaah. Semoga Allah
SWT segera memberikan cahaya terindah di hatinya untuk memeluk dien Islam… Allahumma
aamiin… Aku sempat bertukar kontak dengan Narumi-san, semoga kita bisa berteman
baik :)Setelah acara ditutup dengan games dan foto bersama, kami jalan-jalan seputar Arashiyama. Bernarsis ria dikawasan Bamboo Path dan Jembatan Togetsu. Sebenarnya ada lomba foto momiji dari KMII, tapi karena nggak Pede ikutan, foto-foto yang diambil, cukup di upload di page pribadi ini saja deh :)
18 November 2013 - 07.10
JST
Happy Monday !
aL- Kamar asrama , Osaka .







Tidak ada komentar:
Posting Komentar